Pages

Empat Puluh Delapan Malam Jumat 08/09






 "Empat Puluh Delapan Malam Jumat 08/09"
Artist: Azhar Fathurrohman | Curator: Lir | September 3 - 17 2016




Ex.Lab. (Exhibition Laboratory) adalah sebuah laboratorium penciptaan pameran tunggal yang digagas oleh Lir Space. Empat seniman muda dipilih untuk menjalani proses selama tiga bulan untuk mempersiapkan pameran tunggal masing-masing.

Dalam Ex.Lab. 4, dua seniman muda dengan latar belakang yang berbeda diundang untuk berproses mempersiapkan karya masing-masing. Mereka berangkat dari dua titik yang berbeda: berdasarkan riset akademis dan berdasarkan pengalaman personal.


Ex.Lab. merupakan laboratorium penciptaan yang dinamis dan terus berjalan dengan pola landasan kerja yang berbeda di tiap angkatannya.
Azhar Fathurrahman menelusuri satu peristiwa spesifik dalam hidupnya ketika ia tinggal di sebuah pesantren putra di Jawa Tengah pada rentang waktu 2008-2010. Menelusuri sejarah personal memang kerap menjadi tema yang menarik. Hal ini tentu tidak semata-mata persoalan mengingat masa lalu. Membuka kembali sejarah bisa jadi justru usaha untuk mencari jawaban bagi beberapa persoalan yang terjadi hari ini.

Berada di dalam sebuah asrama dan dipaksa berkelompok bukan masalah besar untuk Azhar; namun melihat bagaimana praktik relasi kekuasaan berjalan di dalamnya memberikan dampak yang cukup besar pada cara pandangnya. Relasi kuasa yang berjalan antara pihak pengelola asrama dengan siswanya tidak semata-mata di wilayah yang cukup publik seperti ketaatan dan perilaku sosial namun hingga hal-hal yang personal dan seksual. Relasi kuasa ini pun terjadi antara senior-junior, yang juga masuk ke wilayah sangat personal dan intim. Tak jarang keintiman ini menghadirkan situasi-situasi yang janggal namun disepakati untuk tetap hadir di wilayah pesantren tersebut.


Kedekatan Azhar pada dunia desain membuatnya menerjemahkan situasi ini ke dalam bentuk yang sangat dekat dengan desain. Relasi kuasa antara pihak penyelenggara asrama dengan siswa yang diterjemahkannya dalam bentuk sistem reward-punishment selayaknya transaksi kredit jual-beli, serta bagaimana relasinya dengan senior yang diwujudkan dalam bentuk kupon-kupon intim, yang hanya akan dipahami oleh pasangan-pasangan tertentu. Selain itu, pameran yang dihadirkan dalam bentuk sebuah kamar ini pun juga membicarakan bagaimana ketika tekanan masuk ke wilayah personal coba untuk diatasi, baik secara sendiri maupun kolektif.